Home
All posts
PETUNJUK KEAMANAN PENGOPERASIAN GENSET

Genset ini dirancang dengan pertimbangan yang tinggi terhadap segi keamanan. Bagaimanapun juga keamanan dan efisiensi dalam pengoperasian akan dapat diperoleh jika memperhatikan petunjuk-petunjuk berikut ini.
- 1. Mengoperasikan dengan benar
Jalankan mesin
sesuai petunjuk yang diberikan dalam buku petunjuk pengoperasian genset.
Jangan menjalankan mesin jika tidak mengetahui dengan baik perihal
pengoperasian genset. Pastikan bahwa operator genset mengetahui
cara-cara pengoperasian yang benar. Berilah penjelasan yang detail
sesuai dengan buku petunjuk.
- 2. Jauhkan genset dari tempat yang basah
Menjalankan genset
di tempat yang langsung terkena hujan, lembab atau genangan air dapat
beresiko untuk terjadinya sengatan listrik. Dianjurkan untuk memasang
grounding pada genset dan beban serta memberikan atap pelindung.
- 3. Peletakan genset
Genset harus
diletakkan di tempat yang permukaannya rata atau di atas pondasi yang
kuat dan tidak labil. Pondasi yang tidak kuat bisa menyebabkan kerusakan
genset.
- 4. Jagalah kebersihan genset
Genset harus dijaga
dengan baik dan anggaplah sebagai partner dalam bisnis anda. Rawatlah
genset anda agar selalu tampak bersih. Jangan biarkan
kebocoran-kebocoran yang terjadi berlangsung lama, dan bersihkan debu
atau kotoran yang menempel di radiator. Jangan meletakkan barang-barang
yang tidak penting di sekitar genset.
- 5. Lakukan perawatan genset secara teratur
Rawatlah genset
dengan baik dan ikuti petunjuk pada buku manual genset. Pakailah bahan bakar dan oli pelumas sesuai dengan yang disarankan pabrik pembuat
mesin. Gantilah sparepart dengan memakai sparepart yang original agar
genset anda dapat beroperasi dalam jangka waktu lama dan lancar.
- 6. Perhatikan sirkulasi udara
Jika genset
dioperasikan di dalam ruangan, maka harus dibuat ventilasi udara yang
baik. Asap knalpot yang sangat beracun harus terbuang ke luar ruangan
dengan baik. Jauhkan gas buang mesin dari manusia dan hewan piaraan.
Udara panas dari radiator juga harus dikeluarkan langsung melalui ducting /cerobong dan tidak boleh ada aliran balik agar mesin tidak panas.
Udara panas dari radiator juga harus dikeluarkan langsung melalui ducting /cerobong dan tidak boleh ada aliran balik agar mesin tidak panas.
- 7. Matikan mesin segera jika ada kejadian yang tidak normal
Jika genset
diketahui beroperasi secara tidak wajar atau menunjukkan ketidaknormalan
seperti getaran yang tinggi, suara yang kasar atau tersendatsendat maka
segera matikan genset dan perbaiki masalahnya secepat
mungkin.
mungkin.
- 8. Merawat kabel-kabel instrumen dengan teratur
Kerusakan
kabel-kabel instrumen dapat berakibat fatal dan dapat membahayakan
manusia. Segera perbaiki atau ganti jika ditemukan ada kabel yang
terkelupas, sambungan kabel yang kendor atau jika tercium bau kabel
terbakar.
terbakar.
- 9. Hindari beban lebih (overload)
Generator diberikan
sebuah circuit breaker (MCCB) untuk pengaman beban lebih yang mana akan
bekerja (trip) jika terjadi kelebihan beban. Jika hal ini terjadi maka
harus dilakukan pengurangan beban sebelum menghidupkan
genset kembali.
genset kembali.
- 10. Jangan sentuh terminal output
Jangan sentuh
terminal output ketika genset beroperasi karena dapat menimbulkan
sengatan listrik. Putuskan circuit breaker (MCCB) kalau akan melakukan
pemasangan kabel power.
- 11. Pasanglah kabel dengan baik dan benar
Kabel power harus
terpasang dengan benar untuk menghindari hubungan singkat. Perhatikan
petunjuk / kode pada stiker di terminal output. Kencangkan setiap kabel
yang dipasang dan jangan sampai kendor karena
bisa berbahaya.
bisa berbahaya.
- 12. Hindarkan air terhadap bagian listrik
Jagalah jangan
sampai air membasahi terminal output, kabel kontrol/ instrumen dan
generator. Karena hal ini dapat menyebabkan hubung singkat.
- 13. Hindarkan pipa knalpot dari air hujan
Pasanglah sambungan
pipa elbow atau raincap untuk mencegah air hujan masuk ke dalam pipa
knalpot. Buanglah air yang masuk ke knalpot secara rutin melalui drain
plug di bagian bawah knalpot (genset silent type).
- 14. Berhati-hatilah terhadap kebakaran
Bahan bakar dan minyak pelumas adalah bahan yang mudah terbakar. Jagalah jangan sampai minyak berceceran di sekitar genset. Jagalah kebersihan bagian dalam genset (lapisan peredam) karena mudah terbakar jika terkontaminasi minyak. Jauhkan genset dari lingkungan kerja yang banyak menggunakan api.
Sumber:http://hartechsby.com/tag/tips-merawat-genset/
SEPUTAR GENSET
Bagaimana
pemasangan genset yang benar dan aman ke rumah saya?
Jawab:
Pada dasarnya, untuk generator rumah dengan daya dibawah 3.000 watt pemasangan generator ke rumah bisa dengan cara langsung menghubungkan kabel listrik dari generator ke stok kontak rumah Anda. Perhatikan baik-baik sebelumnya bahwa kabel yang Anda gunakan adalah kabel yang tepat juga stok kontak bagus. Jika tidak dan kabel atau stok kontak memiliki daya lebih kecil akan berakibat panas.
Cara pemasangan ini juga Anda harus perhatikan bahwa sekering listrik harus diturunkan. Jika Anda lupa, akan mengakibatkan bahaya saat listrik PLN menyala dan akan beradu dengan listrik genset. Hal ini akan mengakibakan genset kalah dan merusak alternator. Garansi tidak berlaku untuk kerusakan seperti ini, apa pun mereknya.
Instalasi yang aman untuk genset Anda adalah dengan menambahkan ohm saklar pada meteran Anda. Saklar ini berfungsi untuk kontrol sumber listrik bangunan apakah menggunakan listrik PLN atau listrik dari genset. Saklar ini jelas aman karena tidak mungkin ada bentrok antara PLN dan genset. Setelah ohmsaklar ditambahkan stok kotak yang menghubungkan ke genset langsung. Kabel tidak perlu permanen, dapat bongkar pasang sehingga hanya jika dibutuhkan saja genset dikeluarkan dan dihubungkan ke stok kontak khusus ini.
Instalasi yang lebih profesional dan khusus genset elektrik adalah dengan panel ATS (Automatic Transfer Switch) yang secara otomatis mengalihkan listrik ke genset saat terjadi kegagalan suplai dari PLN. Berhubung harga cukup tinggi tidak banyak yang menggunakan ini kecuali perkantoran atau institusi kesehatan yang mengharuskan ketersediaan listrik yang pasti.
Saya ingin genset saya menyala automatis saat listrik padam, apa yang dibutuhkan?
Jawab:
Jika Anda ingin menambahkan alat untuk automatis genset menyala saat suplai listrik PLN tidak ada, maka alat tersebut dinamakan panel ATS (Automatic Transfer Switch). Panel ini akan mendeteksi suplai listrik rumah maupun kantor Anda apakah tersedia dari PLN atau tidak. Jika PLN tidak suplai listrik maka panel ATS akan otomatis menghidupkan genset Anda dan beberapa menit kemudian akan mensuplai listrik ke bangunan.
Panel ATS adalah panel terpisah dari
generator (ada beberapa generator yang memiliki panel ini secara
build-in) dan memiliki harga yang cukup mahal. Perkiraan harga adalah
8-10 juta untuk generator atau suplai listrik 5.000 watt. Harga yang
hampir sama dengan genset.
Cara kerjanya panel ini adalah jika suplai listrik PLN gagal maka panel akan instruksikan genset untuk menyala oleh karenanya hanya genset yang memiliki elektrik starter yang bisa menggunakan panel ATS. Setelah genset menyala dan dipanaskan beberapa menit, suplai listrik akan dialihkan ke genset dan listrik bangunan akan menyala. Ada jeda beberapa menit untuk memanaskan genset sebelum suplai.
Genset Bensin apa Solar untuk kebutuhan saya?
Jawab :
Genset bensin/gasoline menurut hemat kami lebih tepat untuk penggunaan rumahan dengan daya listrik dibawah 5.000 watt. Penggunaan daya lebih besar akan lebih baik menggunakan genset berbahan bakar solar yang lebih efisien. Ada beberapa jenis genset lebih besar daripada 5.000 watt dengan menggunakan bensin yang dapat digunakan untuk kebutuhan suplai listrik Anda.
Silahkan pilih bahan bakar genset yang Anda butuhkan dengan pertimbangan antara lain:
1. Lokasi, mudah mana ketersediaan bahan bakar di lokasi Anda berada. Beberapa lokasi didaerah hal ini akan sangat berpengaruh untuk menentukan genset yang sesuai kebutuhan
2. Beban atau Daya yang dibutuhkan. Dibawah 5.000 Watt dapat menggunakan genset bensin, 5.000-10.000 adalah transisi dimana Anda dapat menggunakan kedua bahan bakar bensin maupun solar. Diatas 10.000 watt sudah dapat dipastikan hanya solar saja yang dapat Anda gunakan. Mesin bensin jelas tidak akan memadai untuk kebutuhan beban listrik sebesar ini.
3. Kebutuhan tingkat kebisingan di lokasi pemasangan. Genset bensin didominasi genset tipe open-type untuk kebutuhan rumah. Ada beberapa genset bensin yang bertipe silent namun tidak banyak. Tingkat kebisingan mesin bensin cukup tinggi, walau masih dapat diterima untuk beberapa kebutuhan. Tingkat kebisingan mesin bensin rata-rata diatas 70 db, atau kurang lebih seperti mesin mobil diesel yang terbuka.
Genset solar dengan mesin diesel pada dasarnya dapat menghasilkan suara yang lebih kencang dibandingkan genset bermesin bensin. Karenanya genset diesel/solar didominasi genset tipe silent dengan kebisingan rata-rata 65 db. Bisa dibayangkan jika mesin diesel ini berjenis open-type dengan tingkat kebisingan jauh lebih tinggi daripada mesin bensin open-type.
Semoga Bermanfaat..!!
Sumber : http://indoteknik.com
Jawab:
Pada dasarnya, untuk generator rumah dengan daya dibawah 3.000 watt pemasangan generator ke rumah bisa dengan cara langsung menghubungkan kabel listrik dari generator ke stok kontak rumah Anda. Perhatikan baik-baik sebelumnya bahwa kabel yang Anda gunakan adalah kabel yang tepat juga stok kontak bagus. Jika tidak dan kabel atau stok kontak memiliki daya lebih kecil akan berakibat panas.
Cara pemasangan ini juga Anda harus perhatikan bahwa sekering listrik harus diturunkan. Jika Anda lupa, akan mengakibatkan bahaya saat listrik PLN menyala dan akan beradu dengan listrik genset. Hal ini akan mengakibakan genset kalah dan merusak alternator. Garansi tidak berlaku untuk kerusakan seperti ini, apa pun mereknya.
Instalasi yang aman untuk genset Anda adalah dengan menambahkan ohm saklar pada meteran Anda. Saklar ini berfungsi untuk kontrol sumber listrik bangunan apakah menggunakan listrik PLN atau listrik dari genset. Saklar ini jelas aman karena tidak mungkin ada bentrok antara PLN dan genset. Setelah ohmsaklar ditambahkan stok kotak yang menghubungkan ke genset langsung. Kabel tidak perlu permanen, dapat bongkar pasang sehingga hanya jika dibutuhkan saja genset dikeluarkan dan dihubungkan ke stok kontak khusus ini.
Instalasi yang lebih profesional dan khusus genset elektrik adalah dengan panel ATS (Automatic Transfer Switch) yang secara otomatis mengalihkan listrik ke genset saat terjadi kegagalan suplai dari PLN. Berhubung harga cukup tinggi tidak banyak yang menggunakan ini kecuali perkantoran atau institusi kesehatan yang mengharuskan ketersediaan listrik yang pasti.
Saya ingin genset saya menyala automatis saat listrik padam, apa yang dibutuhkan?
Jawab:
Jika Anda ingin menambahkan alat untuk automatis genset menyala saat suplai listrik PLN tidak ada, maka alat tersebut dinamakan panel ATS (Automatic Transfer Switch). Panel ini akan mendeteksi suplai listrik rumah maupun kantor Anda apakah tersedia dari PLN atau tidak. Jika PLN tidak suplai listrik maka panel ATS akan otomatis menghidupkan genset Anda dan beberapa menit kemudian akan mensuplai listrik ke bangunan.
Panel ATS adalah panel terpisah dari
generator (ada beberapa generator yang memiliki panel ini secara
build-in) dan memiliki harga yang cukup mahal. Perkiraan harga adalah
8-10 juta untuk generator atau suplai listrik 5.000 watt. Harga yang
hampir sama dengan genset.Cara kerjanya panel ini adalah jika suplai listrik PLN gagal maka panel akan instruksikan genset untuk menyala oleh karenanya hanya genset yang memiliki elektrik starter yang bisa menggunakan panel ATS. Setelah genset menyala dan dipanaskan beberapa menit, suplai listrik akan dialihkan ke genset dan listrik bangunan akan menyala. Ada jeda beberapa menit untuk memanaskan genset sebelum suplai.
Genset Bensin apa Solar untuk kebutuhan saya?
Jawab :
Genset bensin/gasoline menurut hemat kami lebih tepat untuk penggunaan rumahan dengan daya listrik dibawah 5.000 watt. Penggunaan daya lebih besar akan lebih baik menggunakan genset berbahan bakar solar yang lebih efisien. Ada beberapa jenis genset lebih besar daripada 5.000 watt dengan menggunakan bensin yang dapat digunakan untuk kebutuhan suplai listrik Anda.
Silahkan pilih bahan bakar genset yang Anda butuhkan dengan pertimbangan antara lain:
1. Lokasi, mudah mana ketersediaan bahan bakar di lokasi Anda berada. Beberapa lokasi didaerah hal ini akan sangat berpengaruh untuk menentukan genset yang sesuai kebutuhan
2. Beban atau Daya yang dibutuhkan. Dibawah 5.000 Watt dapat menggunakan genset bensin, 5.000-10.000 adalah transisi dimana Anda dapat menggunakan kedua bahan bakar bensin maupun solar. Diatas 10.000 watt sudah dapat dipastikan hanya solar saja yang dapat Anda gunakan. Mesin bensin jelas tidak akan memadai untuk kebutuhan beban listrik sebesar ini.
3. Kebutuhan tingkat kebisingan di lokasi pemasangan. Genset bensin didominasi genset tipe open-type untuk kebutuhan rumah. Ada beberapa genset bensin yang bertipe silent namun tidak banyak. Tingkat kebisingan mesin bensin cukup tinggi, walau masih dapat diterima untuk beberapa kebutuhan. Tingkat kebisingan mesin bensin rata-rata diatas 70 db, atau kurang lebih seperti mesin mobil diesel yang terbuka.
Genset solar dengan mesin diesel pada dasarnya dapat menghasilkan suara yang lebih kencang dibandingkan genset bermesin bensin. Karenanya genset diesel/solar didominasi genset tipe silent dengan kebisingan rata-rata 65 db. Bisa dibayangkan jika mesin diesel ini berjenis open-type dengan tingkat kebisingan jauh lebih tinggi daripada mesin bensin open-type.
Semoga Bermanfaat..!!
Sumber : http://indoteknik.com
Bahan Bakar Solar dan Pembakaran Motor Diesel
1.Sifat utama dari bahan bakar diesel
Bahan
bakar diesel biasa juga disebut light oil atau solar, adalah suatu
campuran dari hydrocarbon yang telah di distilasi setelah bensin dan
minyak tanah dari minyak mentah pada temperatur 200
sampai 340
. Sebagian besar solar digunakan untuk menggerakkan mesin diesel. Bahan bakar diesel mempunyai sifat utama sebagai berikut.
· Tidak berwarna atau sedikit kekuning-kuningan dan berbau.
· Encer dan tidak menguap dibawah temperatur normal.
· Mempunyai titik nyala tinggi (40 C-100 C). Terbakar spontan pada 350 C, sedikit dibawah temperatur bensin yang terbakar sendiri sekitar 500 C.
· Mempunyai berat jenis 0,82-0,86.
· Menimbulkan panas yang besar (sekitar 10.500 kcal/kg).
· Mempunyai kandungan sulfur lebih besar dibanding bensin.
2.Syarat-syarat solar
Kualitas solar yang diperlukan sebagai berikut.
§ Mudah terbakar
Waktu
tertundanya pembakaran harus pendek/singkat sehingga engine mudah
dihidupkan. Solar harus dapat memungkinkan engine bekerja lembut dengan
sedikit knocking.
§ Tetap encer pada suhu dingin (tidak mudah membeku)
Solar harus tetap cair pada temperatur rendah sehingga engine akan mudah dihidupkan dan berputar lembut.
§ Daya Pelumasan
Solar
juga berfungsi sebagai pelumas untuk pompa injeksi dan nosel. Oleh
jarena itu harus mempunyai sifat daya pelumas yang baik.
§ Kekentalan
Solar harus mempunyai kekentalan yang memadai sehingga dapat disemprotkan oleh injektor.
§ Kandungan Sulfur
Sulfur merusak pemakaian komponen engine, dan kandungan sulfur solar harus sekecil mungkin.
§ Stabil
Tidak berubah alam kualitas, tidak mudah larut selama disimpan.
3.Nomor Cetane(Cetane Number)
Nomor
cetane atau tingkatan dari solar adalah satu cara untuk mengontrol
bahan bakar solar dalam kemampuan untuk pencegah terjadinya knocking.
Tingkatan yang lebih besar memiliki kemampuan yang lebih baik. Ada dua
skala indek untuk mengontrol kemampuan solar untuk mencegah knocking dan
mudah terbakar yaitu cetane index dan diesel index. Minimal tingkatan
cetane yang dapat diterima untuk bahan bakar yang digunakan untuk
engine diesel kecepatan tinggi umumnya 40-45.
Oleh
karena, itu engine diesel perbandingan kompresinya (15:1-22:1) lebih
tinggi daripada engine bensin(6:1-12:1) dan juga engine diesel dibuat
dengan kontruksi yang jauh lebih kuat dari pada engine bensin.
Dibandingkan dengan engine bensin pada engine diesel mempunyai keuntungan dan kerugian sebagai berikut:
Keuntungan :
1. Engine
diesel mempunyai efesiensi panas yang lebih besar. Hal ini berarti
bahwa penggunaan bahan bakarnya lebih ekonomis dari pada engine bensin.
2. Mesin
diesel bisa lebih lama dan tidak memerlukan electric igniter. Hal ini
berarti bahwa kemungkinan kesulitan lebih kecil daripada engine bensin.
3. Momen
pada engine diesel tidak berubah pada jenjang tingkat kecepatan yang
luas. Hal ini berarti bahwa engine diesel lebih fleksibel dan lebih
mudah dioperasikan dari pada engine bensin(Hal inilah sebabnya engine
diesel digunakan pada kendaraan-kendaraan yang besar).
Kerugian
1. Tekanan pembakaran maksimum hampir dua engine bensin. Hal ini berarti bahwa suara dan getaran engine diesel lebih besar.
2. Tekanan
pembakarannya yang lebih tinggi, maka engine diesel harus dibuat dari
bahan yang tahan tekanan tinggi dan harus mempunyai struktur yang
sangat. Hal ini berarti bahwa untuk daya kuda yang sama, engine diesel
jauh lebih berat dari pada engine bensin dan biaya pembuatannya pun
menjadi lebih mahal.
3. Engine
diesel memerlukan sistem injeksi bahan bakar yang presisi. Dan ini
berarti bahwa harganya lebih mahal dan memerlukan pemeliharaan yang
lebih cermat dibanding dengan engine bensin.
4. Engine
diesel mempunyai perbandingan kompresi yang lebih tinggi dan
membutuhkan gaya yang lebih besar untuk memutarnya. Oleh karena itu
engine diesel memerlukan alat pemutar seperti motor stater dan baterai
yang berkapasitas lebih besar.
Pada
sistem bahan bakar engine diesel, feed pump menghisap bahan bakar dari
tangki bahan bakar. Bahan bakar disaring oleh fuel filter dan
kandungan air yang terdapat pada bahan bakar dipisahkan oleh fuel
sendimenter sebelum dialirkan ke pompa injeksi bahan bakar. Rakitan
pompa injeksi terdiri dari pompa injeksi, governor, timer dan feed
pump. Ada dua tipe pompa injeksi : tipe distributor dan tipe in-line.
Dengan digerakkan oleh engine, pompa injeksi menekan bahan bakar dan
mengalirkannya melalui delivery line ke injection nozzle, dan
selanjutnya diinjeksikan ke dalam silinder menurut urutan pengapian.
Pompa injeksi
Pompa injeksi biasanya dipasang dibagian sisi engine dan digerakkan oleh crankshaff melalui timing gear atau sebuah timing belt.
Ada dua tipe pompa injeksi : tipe distributor dan tipe in-line.
1.Pompa Injeksi Tipe Distributor
Bahan
bakar diesel dibersihkan oleh water sedimenter dan fuel filter dan
ditekan ke rumah pompa injeksi oleh vane type feed pump yang mempunyai
empat buah vane.
Bahan
bakar melumasi komponen pompa pada saat mengalir ke pump plunger.
Sebagian bahan bakar kembali ke tangki melalui overflow screw sambil
mendinginkan bagian-bagian pompa yang dilewatinya.
Pump
plunger bergerak lurus bolak-balik sambil berputar karena bergeraknya
drive shafft, camlate, tappet rollers, plunger spring dan bagian-bagian
lain. Gerakkan bolak-balik plunger menaikkkan tekanan bahan bakar dan
menekan bahan bakar melalui delivery valve ke injection nozzle.
Mechanical governor mengatur banyaknya bahan bakar yang disemprotkan
dari nozzle dengan menggerakkan spill ring sehingga merubah saat akhir
langkah efektif plunger. Fuel injection timing diatur oleh tekanan
pengiriman dari feed pump. Posisi tapped roller diubah-ubah oleh timer
untuk mengatur injection timing. Engine mati bila injeksi bahan bakar
berakhir, pada saat starter switch off, arus yang mengalir ke fuel
cut-off solenoid terputus dan saluran bahan bakar tertutup oleh solenoid
plunger, akibatnya penginjeksian bahan bakar akan berhenti dan engine
akan mati.
2.Pompa Injeksi Tipe In-Line
Feed
pump menghisap bahan bakar dari tangki bahan bakar dan menekan bahan
bakar yang telah disaring ole filter ke pompa injeksi. Pompa
injeksi tipe in-line mempunyai cam dan plunger yang jumlahnya sama
dengan jumlah silinder pada engine. Cara menggerakkan plunger sesuai
dengan firing order engine. Gerak lurus bolak-balik dari plunger ini
menekan bahan bakar dan mengalirkannya ke injection nozzle melalui
delivery valve. Delivery valve memegang dua peranan penting yaitu :
mencegah aliran bahan bakar balik dari saluran bahan bakar balik dari
saluran bahan bakar ke daerah plunger dan menghisap bahan bakar dari
injection nozzle untuk menghentikan injeksi dengan cepat. Plunger
dilumasi oleh bahan bakar diesel dan camshafft oleh minyak pelumas
engine. Governor mengatur banyaknya bahan bakar yang disemprotkan oleh
injection nozzle dengan menggeser control rack. Governor dibedakan dalam
dua tipe yaitu : Simple mechanical centrifugal governor dan combined
governor yang merupakan kombinasi antara pneumatic governor dengan
mechanical centrifugal governor. Timing injeksi bahan bakar diatur oleh
automatic centrifugal timer. Timer mengatur putaran camshaft. Engine
akan mati jika control rack digerakkan kearah akhir bahan bakar.
sumber: http://zallesmana.blogspot.com/p/bahan-bakar-solar-dan-pembakaran-motor.html
Jenis Jenis Bahan Bakar Minyak (BBM)
Umumnya bila mendengar perkataan BBM maka yang terpikirkan pasti solar dan bensin, paling tambahannya pertamax dan premix...
Padahal ada banyak jenis BBM khususnya yang dipasarkan di dalam negeri :
1. AVGAS: Ini adalah bahan bakar untuk pesawat terbang bermesin torak.. alias bermesin piston. umumnya pesawat kecil. AVGAS ini terbagi atas low grade, regular grade, dan premium grade. Yang diproduksi dan dipasarkan PERTAMINA adalah yang regular grade.Untuk pesawat latih kecil bermesin tunggal umumnya memakai yang low grade.
2.AVTUR : Adalah singkatan Aviation Turbine Oil. Jadi jelas untuk pesawat terbang bermesin turbin. Ada 3 jenis yakni untuk pesawat tempur (JP-4), pesawat cargo (JP-5), dan pesawata komersial (A-1).
3.PREMIUM : Disebut juga Motor Gasoline atau Petrol. Dipakai untuk kendaraan bermotor bensin.
4.MINYAK TANAH : Disebut kerosene. Dipakai untuk pembakaran baik rumah tangga maupun industri kecil.
5.SOLAR : Minyak solar dipakai oleh mesin diesel putaran tinggi (di atas 1000 RPM). Disebut juga sebagai Gas Oil atau High Speed Diesel Oil. Bisa juga dipakai untuk pembakaran pada tanur-tanur kecil milik industri.
6.MINYAK DIESEL : Disebut juga Industrial Oil atau Marine fuel Oil. Merupakan campuran hasil destilasi fraksi ringan dan fraksi berat (fraksi berat disebut juga Residual Fuel Oil). Dipakai untuk mesin diesel putaran rendah (di bawah 1000 RPM).
7. MINYAK BAKAR : Disebut juga Marine Fuel Oi. Dipakai khusus untuk proses pembakaran di tanur atau dapur industri skala besar. Dipakai juga untuk pembakaran di pembangkit listrik PLTU BBM...
Jadi PLTU tidak harus diartikan memakai batubara, tapi bolier PLTU bisa juga dibakar dengan MINYAK BAKAR semisalnya di PLTU BBM Tanjung Priok. memang mahal biayanya, tapi ada tempat dekat perkotaan yang tidak mungkin memakai batubara dengan alasan lingkungan.
Juga MINYAK BAKAR dipakai untuk mesin diesel ukuran besar putaran rendah yang sangat memperhatikan keekonomian, baik untuk diesel genset ukuran besar, maupun mesin kapal ukuran besar.
8.SUPER TT : Yakni jenis BBM yang diformulasikan khusus oleh Pertamina untuk menghasilkan produk tanpa timbal (TT).Tujuannya menghasilkan bahanbakar yang emisi sisa pembakarannya bersih.
sumber: http://asrizal2012.blogspot.com/2012/04/jenis-jenis-bahan-bakar-minyak-bbm.html
Padahal ada banyak jenis BBM khususnya yang dipasarkan di dalam negeri :
1. AVGAS: Ini adalah bahan bakar untuk pesawat terbang bermesin torak.. alias bermesin piston. umumnya pesawat kecil. AVGAS ini terbagi atas low grade, regular grade, dan premium grade. Yang diproduksi dan dipasarkan PERTAMINA adalah yang regular grade.Untuk pesawat latih kecil bermesin tunggal umumnya memakai yang low grade.
2.AVTUR : Adalah singkatan Aviation Turbine Oil. Jadi jelas untuk pesawat terbang bermesin turbin. Ada 3 jenis yakni untuk pesawat tempur (JP-4), pesawat cargo (JP-5), dan pesawata komersial (A-1).
3.PREMIUM : Disebut juga Motor Gasoline atau Petrol. Dipakai untuk kendaraan bermotor bensin.
4.MINYAK TANAH : Disebut kerosene. Dipakai untuk pembakaran baik rumah tangga maupun industri kecil.
5.SOLAR : Minyak solar dipakai oleh mesin diesel putaran tinggi (di atas 1000 RPM). Disebut juga sebagai Gas Oil atau High Speed Diesel Oil. Bisa juga dipakai untuk pembakaran pada tanur-tanur kecil milik industri.
6.MINYAK DIESEL : Disebut juga Industrial Oil atau Marine fuel Oil. Merupakan campuran hasil destilasi fraksi ringan dan fraksi berat (fraksi berat disebut juga Residual Fuel Oil). Dipakai untuk mesin diesel putaran rendah (di bawah 1000 RPM).
7. MINYAK BAKAR : Disebut juga Marine Fuel Oi. Dipakai khusus untuk proses pembakaran di tanur atau dapur industri skala besar. Dipakai juga untuk pembakaran di pembangkit listrik PLTU BBM...
Jadi PLTU tidak harus diartikan memakai batubara, tapi bolier PLTU bisa juga dibakar dengan MINYAK BAKAR semisalnya di PLTU BBM Tanjung Priok. memang mahal biayanya, tapi ada tempat dekat perkotaan yang tidak mungkin memakai batubara dengan alasan lingkungan.
Juga MINYAK BAKAR dipakai untuk mesin diesel ukuran besar putaran rendah yang sangat memperhatikan keekonomian, baik untuk diesel genset ukuran besar, maupun mesin kapal ukuran besar.
8.SUPER TT : Yakni jenis BBM yang diformulasikan khusus oleh Pertamina untuk menghasilkan produk tanpa timbal (TT).Tujuannya menghasilkan bahanbakar yang emisi sisa pembakarannya bersih.
sumber: http://asrizal2012.blogspot.com/2012/04/jenis-jenis-bahan-bakar-minyak-bbm.html
Proses Pembuatan BBM (Bensin, Solar, Avtur, Minyak tanah)
Bahan Bakar Minyak adalah salah satu produk kimia yang paling sukses di
dunia, produk ini mulai diperkenalkan setelah penemuan mesin Carnot
(berbahan bakar Bensin) dan Mesin Diesel (awalnya berbahan bakar minyak
dari kacang kemudian diganti dengan Automotive Diesel Oil atau lebih
dikenal di Indonesia dengan sebutan minyak solar). Dua mesin ini berguna
untuk penggerak kendaraan pengganti kereta kuda dan kereta api uap.
Saat ini penggunaan BBM didominasi oleh penggunaan bensin untuk keperluan kendaraan pribadi berupa mobil dan motor. Minyak diesel juga banyak dipakai oleh PLN sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) khususnya untuk pembangkitan di luar pulau Jawa dan Bali. Keunggulan PLTD ini adalah dapat dimatikan dan dihidupkan secara cepat dan mudah, seperti halnya kita men-starter mobil/motor. Kenapa harus PLTD? Karena, masyarkat di luar jawa jauh lebih banyak menggunakan listrik di waktu malam saja untuk penerangan dan melihat TV. Ini jauh berbeda dengan masyarakat di Jawa, dimana pemakaian di waktu siang dan malam-malam tidak begitu berbeda, karena siang hari listrik dipakai untuk mesin pabrik dan AC perkantoran.
Berikut skema proses pembuatan BBM:

Proses diawali dengan pencarian minyak bumi, lalu kalau sudah ketemu minyaknya dan isinya cukup banyak, dilanjutkan dengan pemompaan. Tentunya prosesnya tak hanya dipompa saja, setelah itu masih perlu pemisahan dengan air dan kotoran lainnya. Untuk sumur-sumur yang sudah tua dan hasil minyak sudah menurun, perlu ditambahkan teknologi untuk mengambil sisa-sisa minyak yang masih terperangkap di batu-batuan. Teknologinya disebut Enhanched Oil Recovery bisa dengan penambahan uap panas, cairan surfaktan, gas Karbon Dioksida atau bahan kimia lain.
Kemudian minyak bumi diangkut ke pabrik pengolahan minyak bumi (kilang), disana minyak akan dipisahkan dengan penyulingan I (Distilasi), yang akan menghasilkan 3 produk yaitu Fraksi LPG I, Fraksi Sedang I, dan Fraksi Berat I.
Fraksi LPG dari penyulingan I sebagian masuk reaktor Isomerisasi menjadi Bensin, sebagian lagi masuk ke reaktor Reforming menjadi bensin dan kondensat.
Fraksi sedang I masuk reaktor hydroteating menjadi minyak tanah, avtur dan minyak diesel/solar.
Lalu Fraksi berat I masuk Alat Penyulingan/Distilasi II menghasilkan Fraksi LPG II, Fraksi Sedang II, dan Fraksi Berat II. Fraksi LPG II inilah yang banyak kita pakai untuk masak di dapur sekarang ini.
Fraksi sedang 2 sebagian masuk reaktor Hidrocracking kemudian menghasilkan minyak tanah, avtur dan minyak diesel/solar.
Fraksi Berat 2 kemudian masuk proses Coking yang menghasilkan dua produk yaitu aspal dan petroleum Coke (petcoke/kokas). Kokas ini juga bisa sebagai bahan bakar padat seperti batu bara.
Sekian cerita proses pembuatan BBM ini, begitu mudah ternyata. :)
Sumber: http://prosespembuatan.blogspot.com/2012/04/proses-pembuatan-bbm-bensin-solar-avtur.html
Saat ini penggunaan BBM didominasi oleh penggunaan bensin untuk keperluan kendaraan pribadi berupa mobil dan motor. Minyak diesel juga banyak dipakai oleh PLN sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) khususnya untuk pembangkitan di luar pulau Jawa dan Bali. Keunggulan PLTD ini adalah dapat dimatikan dan dihidupkan secara cepat dan mudah, seperti halnya kita men-starter mobil/motor. Kenapa harus PLTD? Karena, masyarkat di luar jawa jauh lebih banyak menggunakan listrik di waktu malam saja untuk penerangan dan melihat TV. Ini jauh berbeda dengan masyarakat di Jawa, dimana pemakaian di waktu siang dan malam-malam tidak begitu berbeda, karena siang hari listrik dipakai untuk mesin pabrik dan AC perkantoran.
Berikut skema proses pembuatan BBM:

Proses diawali dengan pencarian minyak bumi, lalu kalau sudah ketemu minyaknya dan isinya cukup banyak, dilanjutkan dengan pemompaan. Tentunya prosesnya tak hanya dipompa saja, setelah itu masih perlu pemisahan dengan air dan kotoran lainnya. Untuk sumur-sumur yang sudah tua dan hasil minyak sudah menurun, perlu ditambahkan teknologi untuk mengambil sisa-sisa minyak yang masih terperangkap di batu-batuan. Teknologinya disebut Enhanched Oil Recovery bisa dengan penambahan uap panas, cairan surfaktan, gas Karbon Dioksida atau bahan kimia lain.
Kemudian minyak bumi diangkut ke pabrik pengolahan minyak bumi (kilang), disana minyak akan dipisahkan dengan penyulingan I (Distilasi), yang akan menghasilkan 3 produk yaitu Fraksi LPG I, Fraksi Sedang I, dan Fraksi Berat I.
Fraksi LPG dari penyulingan I sebagian masuk reaktor Isomerisasi menjadi Bensin, sebagian lagi masuk ke reaktor Reforming menjadi bensin dan kondensat.
Fraksi sedang I masuk reaktor hydroteating menjadi minyak tanah, avtur dan minyak diesel/solar.
Lalu Fraksi berat I masuk Alat Penyulingan/Distilasi II menghasilkan Fraksi LPG II, Fraksi Sedang II, dan Fraksi Berat II. Fraksi LPG II inilah yang banyak kita pakai untuk masak di dapur sekarang ini.
Fraksi sedang 2 sebagian masuk reaktor Hidrocracking kemudian menghasilkan minyak tanah, avtur dan minyak diesel/solar.
Fraksi Berat 2 kemudian masuk proses Coking yang menghasilkan dua produk yaitu aspal dan petroleum Coke (petcoke/kokas). Kokas ini juga bisa sebagai bahan bakar padat seperti batu bara.
Sekian cerita proses pembuatan BBM ini, begitu mudah ternyata. :)
Sumber: http://prosespembuatan.blogspot.com/2012/04/proses-pembuatan-bbm-bensin-solar-avtur.html
Tips Merawat Mesin Diesel Mobil
Memiliki kendaraan bermesin diesel sudah menjadi pilihan yang populer di
saat ini. Apalagi jika mesin diesel tersebut dilengkapi dengan
perangkat mutakhir, seperti common rail direct injection atau turborcharger
yang dapat menghasilkan tenaga dan torsi yang optimal. Bahkan,
performanya dapat disetarakan seperti mesin bensin. Nah, agar mesin
diesel dapat bertahan lama, ikuti tip-tip ini.
sumber:http://www.menshealth.co.id/kesehatan/antar.kita/merawat.mesin.diesel.mobil/004/004/21
- Gunakan solar berkualitas baik atau bersulfur rendah, terutama pada mesin diesel yang menggunakan teknologi common rail injection. Penggunaan solar yang kadar sulfurnya terlalu tinggi –dapat mencapai hingga 5000 ppm– bisa menyebabkan pemampatan pada saluran valve common rail. Jika ini terjadi, maka mesin diesel dapat mati seketika, atau susah dinyalakan, atau tersendat–sendat.
- Ganti filter solar secara rutin. Hal ini akan meminimalkan kotoran yang masuk ke dalam mesin diesel, mengoptimalkan performanya, dan mengurangi asap hitam yang dapat muncul dari knalpot Anda. Sebaiknya Anda melakukan penggantian filter solar setiap 16.000 km. Harga mulai dari Rp 500 ribu hingga di atas Rp 1 juta per unit.
- Hindari mematikan mesin secara instan. Bagi mesin diesel yang menggunakan turbocharger, sebaiknya tunggu sekitar 3 menit sebelum mematikannya. Mengapa? Untuk mendinginkan oil cooler pada sistem turbo tersebut. Dengan demikian, usia dari perangkat tersebut bisa lebih panjang.
- Panaskan mesin dan gunakan oli berkualitas baik. Setiap pagi sebelum menjalankan mobil, sebaiknya Anda panaskan mesinnya terlebih dulu sekitar 2 detik, atau paling lama 5 menit. Tujuannya adalah untuk meratakan oli di sekitar mesin agar memberikan proteksi maksimal.
- Bersihkan filter udara. Rajinlah membersihkannya, minimal setiap 20.000 km, karena debu adalah musuh utama dari mesin diesel. Debu yang masuk ke ruang mesin akan mempercepat keausan pada ruang bakar karena debu akan menjadi bahan pengasah antara selinder dengan ring piston.
- Hindari tangki kosong. Ini sangat penting untuk diingat. Saat tangki berisi 1/3 dari kapasitas, Anda disarankan untuk segera mengisinya lagi. Jika tangki kehabisan solar, Anda harus memompa injection pump karena sifat solar tidak menguap.
sumber:http://www.menshealth.co.id/kesehatan/antar.kita/merawat.mesin.diesel.mobil/004/004/21
Subscribe to:
Posts (Atom)

